LHKPN dan LHKASN
Transparansi Kekayaan Aparatur Negara: Mengenal LHKPN & LHKASN
Dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, setiap pejabat serta pegawai instansi pemerintah wajib melaporkan harta kekayaannya. Sistem pelaporan ini dibagi menjadi dua kategori utama:
- LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara)
Laporan wajib bagi para pejabat negara, pembuat kebijakan, dan pemegang posisi strategis. Laporan ini dikelola langsung oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan dapat diakses oleh publik sebagai bentuk transparansi nyata
LHKPN Tahun 2025
| Nama | LINK |
|---|---|
| SUPRIYANTO | LHKPN |
| HARYONO | LHKPN |
| NUGRAHENI YULIADHISTIANI | LHKPN |
| KHUSNUL IMANUDDIN | LHKPN |
| AHMAD ADRIK YUSRI | LHKPN |
LHKPN Tahun 2024
| Nama | LINK |
|---|---|
| SUPRIYANTO | LHKPN |
| HARYONO | LHKPN |
| NUGRAHENI YULIADHISTIANI | LHKPN |
| KHUSNUL IMANUDDIN | LHKPN |
| AHMAD ADRIK YUSRI | LHKPN |
- LHKASN (Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara)
Laporan bagi seluruh pegawai ASN yang tidak termasuk wajib LHKPN. Berdasarkan kebijakan terbaru, pelaporan LHKASN kini telah diintegrasikan melalui penyampaian SPT Tahunan Pajak kepada Direktorat Jenderal Pajak demi penyederhanaan birokrasi yang lebih efektif. untuk Laporan Hasil Kekayaan Aparatur Sipil Negara Bisa Tahun 2025 Melalui Link - LHKASN Tahun 2025
Melalui sinergi kedua instrumen ini, negara berkomitmen untuk memantau kewajaran aset aparatur sipil sekaligus menutup celah tindak pidana korupsi.
Bagikan :
Dilihat 30 Kali.